Selasa, 28 Desember 2010

Wartawan Langgar Kode Etik Otomatis Berhenti Jadi Jurnalis

    Prabumulih, Sumsel - Empat item kode etik jurnalistik, apabila dilanggar oleh wartawan maka harus otomatis berhenti menjadi jurnalis selamanya.

    Demikian itu disampaikan Atmakusuma Astraatmaja, pengajar di Lembaga Pers Dr Soetomo, saat memaparkan materi pada Lokakarya Jurnalistik bidang Minyak dan Gas terhadap wartawan di Kota Prabumulih, Senin.Keempat item itu adalah membuat berita dengan informasi yang sejak semula diketahui bohong, tetapi dipublikasikan seolah-olah mengandung kebenaran.

    Kedua, menerima suap yang menyebabkan publikasi atau sebaliknya tidak mempublikasikan suatu informasi. Ketiga, melakukan plagiatrism dengan mengutip karya jurnalistik orang lain yang diakui sebagai karyanya sendiri. Terakhir, mengungkapkan identitas anonim, konfidensial atau rahasia yang menyebabkan narasumber yang dijanjikan akan dirahasiakan itu serta anggota keluarganya mengalami ancaman jiwa.

    Lokakarya yang diselenggarakan atas kerjasama antara LPDS bersama Pertamina Region Sumatera itu, guna memantapkan keprofesionalan wartawan dalam menjalankan tugasnya sehingga menghasilkan sebuah karya jurnalistik yang baik. Dalam materinya yang bertemakan Problematik Penegakan Etika Jurnalistik dan Pencemaran Nama Baik, menyampaikan, salah satu kerumitan masalah kode etik atau etika pers adalah kemungkinan untuk ditafsirkan dari beberapa sisi.

    Dengan kata lain, ada berbagai etika jurnalistik yang multitafsir. Walau demikian, hanya penafsiran yang masuk akal atau rasional yang lazimnya dapat diterima para pengamat dan praktisi media pers pada umumnya," ujarnya. Menurut dia, selain sejumlah kode etik yang dapat ditafsirkan dengan pendapat berbeda, tentu ada banyak pasal etika jurnalistik penafsirannya sudah baku.

    Ia mengutarakan, di antara etika jurnalistik dengan penafsiran baku termasuk empat kode etik yang sanksi moralnya bersifat absolut. Yakni, wartawan harus serta merta meninggalkan profesi jurnalistik untuk selama-lamanya atau seumur hidupnya apabila melanggar salah satu dari empat kode etik.

    Selain menjelaskan, tentang kode etik jurnalistik, penyantun Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) itu mengoreksi beberapa berita dari media massa lokal yang masih salah dalam penyajian beritanya. Tidak hanya itu, sebagai penambah pengetahuan terhadap para wartawan, terutama yang masih muda, Atma juga menerangkan sekilas kasus hukum dalam dunia jurnalistik semestinya tidak terjadi.

Tren Komunikasi 2011

    Tak terasa, kita sudah ada di penghujung tahun 2010 dan segera berganti menjadi tahun 2011. Berganti tahun, juga berarti berganti trend. Mulai dari trend busana, teknologi, sampai komunikasi pun akan berubah. Lalu, trend komunikasi seperti apakah yang akan hadir di tahun Kelinci ini?

    Teknologi. Kita mungkin sering menjumpai orang berlalu lalang dengan membawa netbook. Atau bahkan hanya sekedar ngopi sambil browsing dengan netbooknya. Perlu kita sadari bahwa kita hidup di jaman mobile.

    Sangatlah penting bagi kita untuk menyadari bahwa munculnya ponsel-ponsel smartphone bisa berarti peningkatan yang lebih tajam pada penggunaan internet non-web. Orang akan semakin cepat mengakses media social yang berakibat pada terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi di Indonesia.

    Penggunaan perangkat mobile seperti smartphone ini adalah media yang baik untuk aplikasi internet yang tidak memerlukan website, contohnya saja social media ( Twitter, Facebook, dll).
Semakin berkembangnya media social dikarenakan kini semua orang memiliki media sendiri.

    Dengan begitu, dapat mencari inovasi baru misalnya saja membuat sebuah aplikasi untuk smartphone, sehingga publik bisa dengan mudah mengakses website perusahaan. Dan seiring berjalannya waktu, teknologi ini mulai akan menggantikan peranan media massa konvensional.

    Open News. Akan terbesit, apa sih open news itu? Jujur saja open news memang belum banyak diekspose di Indonesia. Karena yang sering kita ketahui, PR ya berhubungan erat dengan press release. Mencari key message yang akan disampaikan melalui press release tersebut, menulis press releasenya sampai dengan press release itu disetujui oleh atasan kita.

    Pasti membutuhkan waktu yang sangat lama. Belum lagi masalah, menunggu wartawan untuk menelpon kita dan menanyakan press release yang kita buat. Rasanya akan sangat lama sekali dan berbelit-belit. Dengan Open News ini, akan dapat mempermudah kita dalam menyampaikan berita dari perusahaan. Citizen journalism, blog dan Twitter yang merupakan beberapa media yang digunakan publik dalam mengupdate berita, berita yang akan diumumkan perusahaan dapat disampaikan kepada public secara langsung dibanding menggunakan media massa. Dan beberapa website yang memberikan fasilitas open news, antara lain : www.openyoureyesnews.com, openpublishapp.com, www.pitchengine.com.
Cyber PR. Dunia cyber memang menjadi salah satu momok tersendiri bagi kita.

    Dari awal artikel ini memang banyak dibahas mengenai kekuatan teknologi. Dan memang itu lah kenyataannya yang harus kita ketahui, bahwa teknologi akan menjadi sebuah keharusan bagi publik untuk dipelajari dan dijalankan. Karena memang inilah dunia ke-PR-an yang akan terjadi. Jika kita tidak dapat menguasai dunia cyber ini, yang pasti, kita akan tertinggal dari orang lain yang telah terlebih dahulu menguasainya dan menjalankannya. Ini yang namanya sebuah pilihan. Menjadi up to date atau menjadi PR konvensional, itu adalah pilihan kita.

    Teknologi sudah semakin berkembang, bahkan akan terus berkembang ke depannya. Namun sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengenal teknologi ataupun bahkan malas untuk tahu mengenai teknologi dan bahkan lebih suka untuk menggunakan cara konvensional dalam berkomunikasi via telepon atau sms. Meskipun begitu, kita masih tetap harus menyeimbangkan cara kita dalam berkomunikasi, karena bagaimanapun, kita masih memerlukan bantuan manusia dalam beberapa hal.

Kambing Aneh Kuping Empat Di Pasuruan

Pasuruan - Warga Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan dikagetkan dengan sepasang kambing aneh milik Thohir (40). Pasalnya, kedua kambing yang lahir pada Selasa (14/12/2010) itu sama-sama bertelinga empat.

    "Yang warna putih ini jantan dan yang coklat betina," jelas Thohir, kepada
detiksurabaya di rumahnya, Jumat (17/12/2010).Sepasang anak kambing tersebut memang tampak aneh. Jika pada kambing biasa telinganya hanya dua, kambing milik Thohir ini bertelinga empat. Dua telinga berada di samping kepala sebagaimana kambing-kambing yang lain, sedangkan dua lagi berada di bawah kepala dekat dengan leher.

    "Ya karena aneh ya warga pada datang ke sini untuk melihat," ujar Amila, istri Thohir,
sambil memegangi dua anak kambing miliknya. Karena keanehan tersebut, Thohir bersama istrinya memutuskan memberi nama anak kambing mereka. Berhubungan lahir pada bulan Syuro, anak kambing jantan diberi nama Suro, sedangkan yang betina di beri nama Sari.

Pemberian nama tersebut diharapkan agar kelahiran anak kambing tersebut dapat membawa keberuntungan. "Karena lahir di bulan Syuro, semoga bisa membawa keberuntungan mas," ujar Alima.

Kini, Suro dan Sari genap berusia empat hari itu. Keberadan kambing kembar yang aneh
itu pun masih menjadi perhatian warga. Terbukti sejak dilahirkan hingga saat ini,
warga masih datang untuk melihatnya.

http://www.lihatberita.com/2010/12/wah-ada-nenek-72-tahun-dapat-jodoh-di.html

Kerupuk Jumbo di Festival Kuliner Nusantara


    Dalam menarik wisatawan asing maupun domestik sekaligus mengenalkan berbagai macam bentuk dan rasa makanan nusantara,Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Kuliner Nusantara Indonesia yang dilaksanakan di Area Monumen Nasional selama beberapa Hari,sejak Sabtu(4/12/2010) sampai Minggu (5/12/2010).

    Beragam jenis makanan dan minuman yang berasal dari nusantara bisa ditemui disini seperti gudeg Jogja,sup konro dari makasar, Soto Banjar dari Banjarmasin, Bika Ambon dari Medan, Sayur Babanci, kerak telor dan Bubur Ase dari Betawi dan Kue Delapan Jam dari Palembang.

    Namun diantara makanan dan minuman yang ditawarkan di 50 stand festival kuliner tersebut,terdapat makanan yang sangat menarik dan menggugah yang harus anda coba dan nikmati,apa itu ? "Kerupuk Jumbo". Ya, dari namanya anda pasti sudah bisa membayangkan ukurannya. Kerupuk besar yang terbuat dari bahan terigu dan ikan tersebut memiliki diameter 40 cintemeter terlihat terpajang di salah satu stand milik Lenny Tan

    Menurut salah satu karyawan stand tersebut,Tiana,mengatakan bahwa kerupuk ikan jumbo tersebut memang memang sengaja di pajang dan dipasarkan dalam festival kuliner nusantara mengingat ukurannya yang unik. Untuk membuat satu kerupuk ikan jumbo tersebut Tiana mengaku menggunakan bahan terigu dan ikan yang biasa digunakan untuk 9 kerupuk ukuran kecil yang digabung menjadi satu.

    "Iya mas ,untuk buat satu ukuran besar ini, kita pakai bahan terigu dan ikan untuk ukuran 9 kerupuk normalnya yakni 40 gram (ukuran normal 5 kg),"jelas Tiana kepada Tribunnews.com, Sabtu(4/12/2010).

    Selain itu, Tiana juga mengatakan bahwa pada proses memasaknya pun sangat berbeda.Dimana pada saat memasaknya perlu menggunakan 1 kuwali (penggorengan) berukuran besar."Masaknya pun unik mas, 1 kerupuk dimasak satu-satu, dan ngak bisa masuk semuanya,"jelas Tiana.

Jumat, 24 Desember 2010

Jelang Final AFF, Timnas Disibukkan Dengan Kegiatan ‘Non Teknis’

    Kejayaan timnas Indonesia di AFF Cup tahun ini memang membanggakan. Semua rakyat Indonesia bahagia karenanya. Berita tentang timnas pun memenuhi headline berbagai media. Segala bentuk dukungan pun diberikan, dari materiil maupun immateriil, dari yang wajar hingga yang berlebihan.

    Namun dukungan-dukungan ini agaknya mulai ‘mengganggu’. Waktu yang seharusnya dapat digunakan timnas untuk istirahat dan mempersiapkan jiwa raga untuk berlaga ke negeri tetangga jadi semakin sempit karena adanya agenda-agenda di luar lapangan yang wajib mereka hadiri.

    Sebenarnya, menurut salah satu sumber orang dalam timnas, para anggota timnas sudah jenuh menghadapi seremoni-seremoni yang tidak jelas juntrungannya. Hal tersebut berpotensi menguras tenaga para pemain, padahal mereka perlu berada di puncak performa untuk menghadapi laga final yang berat.

    Sejak awal kesuksesan timnas melewati babak penyisihan, mereka menjadi pusat perhatian. Para media, fans, bahkan politikus memburu mereka untuk kepentingan masing-masing. Media yang membuntuti timnas kali ini bukan hanya dari jurnalis olahraga, namun hampir semua media, dari berita hingga infotainment berlomba-lomba mendapatkan statement dari para pemain timnas, terutama pemain-pemain kunci seperti Irfan Bachdim dan Christian Gonzales.

    Bahkan ada media yang disinyalir terlalu ‘lebay’ dalam memberitakan timnas. Entah apa maksudnya, hampir seluruh segmen acara di media tersebut berfokus kepada timnas. Jika murni untuk dukungan, itu bagus sekali, namun apabila sudah sampai pada tahap mengulang-ulang suatu berita tentang timnas, ini berpotensi mengganggu konsentrasi.

    Sementara disamping itu semua, timnas masih harus menghadiri sejumlah jamuan dan acara lainnya, alih-alih dukungan, kesannya mereka dipamerkan secara paksa. Dua hari lalu timnas dibawa oleh PSSI untuk menghadiri jamuan makan di rumah salah satu ketua partai politik. Dan hari ini mereka akan berada di Pesantren Assidiqiyah untuk mengikuti doa bersama dan santunan. Kedua acara tersebut disiarkan live di sebuah stasiun televisi. “Mendoakan itu hal yang sangat baik. Tapi ‘kan gak mesti semua anggota tim harus datang. Mendoakan itu kan tidak mesti orangnya ada di tempat. Kasihan, mereka juga butuh waktu untuk istirahat. Bukannya istirahat, mereka masih harus ikut menembus kemacetan dan lain-lain. Secara psikologis bisa capek juga. Menurut saya ini acara-acara seperti ini kontraproduktif,” tanggap Zen Rachmat, seorang suporter timnas.    “Muatan politisnya kentara sekali. Di spanduk di pesantren itu jelas terlihat nama Nurdin Halid. Menurut saya Nurdin sedang pamer, bahwa dia punya banyak teman, seperti didukung oleh banyak orang,” tambah Zen kemudian.

    Sementara menurut sumber dalam timnas, acara doa bersama di pesantren itu merupakan acara dadakan Parahnya lagi, acara pesantren itu mengambil waktu relaksasi timnas. Seharusnya timnas sore ini sudah melakukan program relaksasi dengan berendam di jacuzzi, spa, berenang, dan berlatih di gym. “Sebenarnya ini mengganggu, Mas,” keluh sumber tersebut.

    Dalam acara doa bersama tersebut, semua jajaran timnas hadir, kecuali sang pelatih Alfred Riedl. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menampik jika kegiatan tersebut akan mengganggu timnas. Saat ditanya apakah agenda-agenda di luar lapangan tidak menggangu persiapan tim, terutama efeknya pada fisik pemain, Nurdin tidak merasa demikian. “Saya kira tidak (mengganggu). Saya kira ini baik, karena ini ‘kan doa bersama. Tidak mengganggu persiapan tim besok. Apalagi ini belum pernah ada, timnas didoakan oleh ulama dan santri pesantren.” ujarnya.
Bagaimana menurut anda?

sumber Ditulis oleh Billy pada 23 Dec, 2010 | Kategori: Olahraga

FINAL AFF 2010 .Momentum Perbaiki Hubungan Diplomatik Indonesia dan Malaysia

    Pertemuan Indonesia-Malaysia dalam Final Piala AFF 2010 adalah salah satu momentum terbaik untuk memulihkan kembali hubungan diplomatik yang beberapa saat belakangan ini sempat memanas.
    Demikian disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Jumat, 24/12). "Suasana kebatinan rakyat Indonesia dan Malaysia yang juga sempat tergoncang tentu bisa dipertautkan dan dieratkan kembali dengan menunjukkan semangat sportivitas baik di dalam lapangan, oleh para pemain, maupun di luar lapangan oleh para penonton dan suporter," kata Saleh.
    Dalam kaitan itu, lanjut Saleh, hubungan Indonesia-Malaysia sudah sepantasnya dirajut dengan pendekatan permainan sepak bola. Dalam permainan bola, katanya, persaingan dan kompetisi terjadi cukup ketat antara kedua tim. Namun persaingan dan kompetisi itu harus tetap mengikuti aturan dan ketentuan yang berlaku. "Dan karena adanya aturan itulah maka pertandingan sepakbola menjadi menarik untuk ditonton. Seharusnya, sikap seperti ini juga yang harus diterapkan dalam menjaga hubungan persaudaraan antara dua negara," tambah Saleh.
    Selain itu, masih kata Saleh, sepakbola mengajarkan keharusan bekerja sama antara satu orang pemain dengan sepuluh orang pemain lainnya. Biasanya, tim yang paling baik dalam menjaga keutuhan kerjasama antar-pemain, yang paling mudah untuk memenangkan pertandingan. Dan pertandingan semacam itulah yang paling seru untuk ditonton dan dinikmati. "Bercermin pada sepakbola, sudah seharusnya momentum final piala AFF ini dijadikan sebagai contoh bagaimana seluruh komponen bangsa Indonesia dapat bangkit kembali bersama-sama utk melawan segala ketertinggalan kita dengan negara-negara lain. Semua komponen anak Bangsa Indonesia adalah satu tim yang ditautkan dengan ikatan jiwa nasionalisme. Bila kita mampu bekerjasama dengan baik, maka kita pun akan mampu pula memainkan peranan penting di pentas global. Termasuk didalamnya dengan Malaysia. Kita harus menjadikan Malaysia sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kompetitif kita dengan bangsa-bangsa lain," demikian Saleh.

sumber ditulis oleh Yayan Sopyani Al Hadi

Rabu, 03 November 2010

Tiga Desa di Klaten Tertutup Abu Merapi

Tiga desa di lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tertutup abu vulkanik akibat letusan gunung berapi itu secara intensif sejak Rabu (3/11) sore hingga Kamis (4/11) pagi. Pantauan dari Lapangan Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, di Klaten, Kamis, tiga desa itu Balerante, Tegalmulyo, dan Sidorejo yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi, berjarak sekitar tujuh kilometer dari puncak gunung di perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu.

Ketebalanan abu yang menutup tiga desa setempat itu bervariasi antara 0,5 hingga 10 centimeter. "Kalau di Dukuh Tlaju, sudah tidak hujan abu saja tetapi sudah hujan lumpur vulkanik," kata beberapa warga setempat yang telah tiba di Posko Pengungsian Merapi Di Desa Dompol, Kecamatan Kemalang.

Gunung Merapi sejak Kamis (4/11) sekitar pukul 05.00 hingga 10.15 WIB masih terus mengeluarkan suara gemuruh yang diduga luncuran lava secara intensif dan sesekali terdengar suara letusan yang terdengar hingga Lapangan Sidorejo. Beberapa anggota Tim SAR yang memantau letusan gunung tersebut dengan mendengar suara itu terlihat tidak ada lagi yang berani masuk desa tersebut.

Mereka tetap mengamati situasi Gunung Merapi dari Lapangan Sidorejo. Tiga desa yang tertutup abu vulkanik itu tampak seperti perkampungan mati karena telah ditinggalkan warganya. Jumlah penduduk di Balerante 1.662 orang, Sidorejo (3.973), dan Tegalmulyo (2.156). Hingga sekitar pukul 11.00 WIB puncak Gunung Merapi tertutup awan dan tidak kelihatan dari Lapangan Sidorejo, Kecamatan Kemalang.
Sumber: antara