Rabu, 29 Desember 2010

BUDAYA NGOPI di KALANGAN MAHASISWA KOTA MALANG

Matahari mulai tenggelam pertanda malam telah datang. Bagi orang-orang di desa datangnya malam menjadi batas waktu untuk mengakhiri segala aktifitas luar rumah, biasanya mereka hanya menghabiskan malam dengan berkumpul bersama anggota keluarga atau para teman di dalam rumah, walaupun ada juga yang menyempatkan diri pergi ke kedai-kedai kopi yg ada di desa mereka untuk mencari segelas minuman hangat sambil bersosialisasi dengan orang yang dikenalnya.
Tidak demikian untuk orang-orang yang berada di kota-kota besar, termasuk kota Malang. Di kota Malang datang nya malam malah menjadi berkah bagi sebagian orang, terbenamnya matahari menjadi saat untuk mengawali aktifitas bagi mereka, saatnya mengais rejeki untuk kebutuhan sehari-hari, dan ada pula yang hanya mencari hiburan untuk melepaskan kepenatan selama seharian, atau pun sekedar kumpul kumpul bersama temen temen ditempat keramaian.
Salah satu bentuk aktifitas di malam hari adalah meminum kopi (ngopi) bareng temen temen, baik itu di cafe, kedai kopi ataupun lesehan dadakan di emperan toko (biasanya dibuka pada saat toko-toko mulai tutup).

Saat ini kopi sudah bukan lagi hanya menjadi minuman penghangat tubuh dipagi hari sebelum memulai aktifitas, tapi kopi sudah menjadi salah satu budaya. Ini bisa dilihat dari seringnya tuan rumah menyajikan kopi bagi para tetamunya, pengusaha yang menjamu relasi bisnisnya di cafe, pemuda yang berinteraksi dengan sesamanya di kedai-kedai kopi, atau pun mahasiswa yang mengerjakan tugas-tugas kelompok sambil ngopi di kantin kampus.


Kehidupan mahasiswa memang tidak jauh dari kegiatan utamanya yaitu menuntut ilmu, dan pastinya sesuai dengan jurusan yang dipilihnya. Selain itu seorang mahasiswa juga dapat mengikuti berbagai kegiatan-kegiatan UKM yang diminatinya. Dari berbagai aktifitas yang dilakukan mahasiswa, proses sosialisasi merupakan hal yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Proses interaksi sosial adalah hal wajib yang harus dimiliki mahasiswa demi mematangkan dan memupuk kreatifitas intelektualnya. Dapat dimulai dari diskusi kecil dalam kegiatan akademisi, organisasi ataupun sampai komunitas yang diikuti oleh mahasiswa.


Entah latah atau kebetulan, kehidupan malam para mahasiswa banyak yang dihabiskan untuk kegiatan nongkrong-nongkrong sesama teman. Dan kopi dapat dikatakan sebagai teman setia para mahasiswa (pada khususnya) untuk melewati waktu malam. Dengan acara seperti ini, akan didapat banyak hal dari segi sosiaitasnya (mengesampingkan segala kekurangan dan keburukan budaya seperti ini). Dengan duduk santai ditemani secangkir kopi dapat membuka cakrawala kehidupan yang mungkin tidak ada dalam bangku perkuliahan yang diikuti.

Kedai Kopi Untung, Timnas Bernasib Buntung


Malang  – Kekecewaan tampak diraut wajah ratusan para pendukung setia timnas Indonesia, saat nonton bareng (nobar) laga leg kedua final Piala AFF 2010. Menunggu gol dari para pemain Merah putih  tak kunjung datang.

Namun, berbeda dengan pemilik kedai kopi yang menjadi tempat nobar timnas Indonesia lawan Malaysia. Ia malah gembira karena warungnya ramai, diburu pembeli.

Hal itu dirasakan Uli (37), salah satu pemilik Kedai kopi Medan yang berlokasi di Jl Kura-Kura, Keluraha Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. saat ditanya beritajatim.com, untung warungnya lumayan tinggi. ”Ya Alhamdulillah, untungnya memuaskan. Banyak pembeli kpi dan menu lainnya,” katanya, saat ditemui usai selesai nobar.

Dibanding hari biasanya aku Uli, sebelum ada nonton bareng, maksimal mendapat keuntungan hanya mampu Rp 500 ribu. Namun, kalau ada nobat piala AFF, mampu mencapai Rp 1 juta. ”Malam ini alhamdulillah, mencapai Rp 1 juta lebih. Kalau hari biasa, tak ada nobar, hanya mampu Rp 500 ribu,” akunya.

Ditanya apa sangat bahagia walau timnas Merah Putih tak mampu menjadi juara di Piala AFF 2010? Uli menjawab, walaupun Kedainya untung, ia mengaku tetap kecewa karena timnas tak mampu jadi juara. ”Namun, menang dikandang itu sudah luar biasa, walaupun tak mampu jadi juara Piala AFF,” katanya.

Sementara itu, dari awal, nobar, saat lagu Indonesia Raya dikumadangkan, walaupun tak hadir ke Stadion Utam Gelosa Bung Karno (SUGBK) Jakarta menyaksikan langsung laga leg kedua Final Indonesia lawan Malaysia, para penonton juga ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya.

”Ayo kita ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya. Agar timnas Juara,” ajak salah satu penonton yang nobar di Kedai Kopi Medan itu. Dengan kompak, ratusan penonton menyanyikannya.

Suporter Timnas Indonesia yang nobar di Kedai Kopi Medan itu memang terlihat membludak. Walaupun lesehan, pendukung setia tim Gadura tetap tumplek-blek di Kedai tersebut.

Tidak hanya di Kedai Kopi Medan, di banyak Cafe di wilayah Dinoyo Kota Malang, juga mengalami hal yang sama. Setelah pertandingan usai, dengan sekor 2-1 atas Indonesia, para suporter timnas tetap mengaku kecewa. ”Ya jelas kecewa mas. Tapi apa daya, sudah tak bisa berbuat apa lagi. Semoga tahun depan timnas Garuda bisa juara,” harapnya

Heboh! Tanaman Cabe Rawit Tingginya 3 Meter

Reporter : M Subkhi 


Pasuruan – Umumnya, tanaman cabe rawit biasanya hanya tumbuh atau hidup paling lama 3 bulan dan tingginya maksimal 1 meter. Namun, berbeda dengan tanaman cabe rawit milik Abdurrahman (43), pria tiga anak warga jalan Layur Kelurahan Gempeng, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan ini.

Pasalnya, meskipun terlihat seperti tanaman cabe rawit pada umumnya. Namun, tanaman cabe rawit milik pria arab itu memiliki sejumlah keistimewaan yang tak dimiliki tanaman cabe rawit lainnya. Sebab, tanaman cabenya ini usianya cukup panjang, yakni 15 bulan dan tingginya 3 meter. Selain itu, soal rasa, cabe rawit milik pria penghobi bonsai ini sangat pedas.

Abdurrahman menuturkan, tanaman cabe rawit miliknya ini awalnya adalah tanaman yang tumbuh liar di pekarangan samping rumahnya. Namun, lantaran sayang jika dibuang sia-sia, kemudian dia pun memeliharanya hingga tumbuh subur dan berbuah lebat sampai sekarang. Karena itu, untuk keperluan dapur pun, dia mengaku tak pernah membeli cabe di pasar.

“Tumbuh sendiri asalnya, di pekarangan ini. Ya alhamdulillah terus hidup subur, ya sampai sekarang ini. Pada umumnya, tanaman cabe itu, biasanya paling tingginya hanya satu meter dan usianya tiga bulan dan kemudian mati. Berbeda dengan cabe milik saya ini, tingginya 3 meter dan usianya sudah 15 bulan” kata Abdurrahman, pemilik tanaman cabe Rabu (29/12/2010).

Dijelaskan Abdurrahman, tak hanya mampu bertahan hidup hingga tahunan. Namun, tanaman cabe rawit miliknya tersebut juga terus menerus berbuah. Yakni, berbuah sepanjang tahun, alias buahnya tidak ada habisnya. ”Ini cabe rawit biasa, buat sambel itu. Cuman buahnya tidak putus, atau terus berbuah alias non stop. Rasanya enak pas, pedesnya," imbuhnya

Situasi Terkini Gunung Bromo Warga Berjaga-jaga, Khawatir Bromo Meletus Hebat

Probolinggo  - Menyusul Gunung Bromo kembali meletus dan mengeluarkan suara gemuruh, Rabu (29/12/2010), warga Suku Tengger mulai berjaga-jara dan siaga. Hal itu dikarenakan warga sempat panik dengan letusan dan kempulan asap serta material vulkanik cukup besar.

"Sekarang warga bersama para dukun dan perangkat desa berjaga-jaga, Gunung Bromo meletus lebih besar dibanding petang tadi," kata Ketua Dukun Suku Tengger, Mujono pada beritajatim.com, Kamis (30/12/2010) dini hari.

Dia menambahkan, sekarang warga bersama tokoh masyarakat melakukan ronda malam untuk antisipasi. Sehingga bila ada bahaya besar mengancam segera melakukan pengungsian.

"Sudah saya himbau pada para dukun untuk mengungsi bila Bromo mengancam warga," tutur pria yang tinggal di Desa Ngadas Kecamatan Sukapura itu.

Sementara Camat Sukapura, Hudan Syarifuddin mengatakan, pihaknya terus melakukan himbau pada warga untuk mengungsi sesuai rekomendasi PVMBG Bandung. Namun, banyak warga masih enggan mengungsi dan menganggap situasi masih aman.

"Saya sudah melakukan himbau bersama relawan, polisi dan TNI untuk mengungsi, karena mereka sulit diajak, kami bilang jika tidak merasa aman untuk cepat mengungsi Posko Pengungsian di Kecamatan Sukapura," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 50 warga Desa Ngadirejo mengungsi di posko becana Bromo di Kecamatan Sukapura dan sebagian warga ada yang mengungsi ke rumah sanak familinya. Warga mengungsi dikarenakan Bromo meletus dan bergemuruh jam 17.00 -18.00 WIB

Habiskan Liburan, Dua Siswa Hilang Tenggelam

Reporter : M Muthohar  

Tuban - Dua remaja berusia 17 tahun, hilang terhanyut saat berlibur di tempat wisata air tejun Ngelirip, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. Hingga saat ini dau remaja kelas 2 SMK itu belum dapat ditemukan, Rabu (29/12/2010).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, dua remaja itu adalah Riga Budi Raharja (17), warga Kelurahan Karangindah, Kecamatan Semanding, Tuban dan M Nunus (17) pelajar asal Perumahan Mondokan Sentosa, Kelurahan Mondokan, Kecamatan Kota, Tuban.

Kejadian tengelamnya dua bocah itu bermula, saat itu kedua korban bersama dengan 7 temannya yang lain, sedang asyik bermain ditempat wisata tersebut. Mereka para pelajar yang sedang liburan tengah semester ini turun ke sungai untuk berfoto bersama di bawah air terjun.

“Saat mereka mandi bersama, tiba-tiba seorang anak lelaki tenggelam dan terhanyut terbawa air sungai yang sedang arusnya deras,” jelas Sugianto, salah satu warga yang mengatahui kejadian tersebut. 

Kemudian setelah mengetahui temannya tengelam, satu temannya berusaha menolong korban yang pertama. "Tadi setelah ada anak tenggelam satu temanya berusaha menolong, namun saat mau menolong ia juga ikut terhanyut," tambahnya.

Setelah mengatahui dua temannya telah terhanyut, beberpa temannya yang lainpun berusaha berteriak untuk meminta tolong kepada sejumlah warga, dan juga pengunjung yang lain. Namun dari para warga sekitar tempat wisata tersebut tak ada yang berani untuk menolong kedua korban.
"Karena airnya sangat deras, makanya kami jugab tak berani untuk menolong, kita langsung lapor kepada polisi," tegas Sugianto.

Tak lama kemudian setelah mendapatkan adanya laporan tersebut, petugas dari kepolisian Polsek Singgahan, dan Sejumlah Tim Sar, datang ke tempat Kejadian perkara. Namun sejumlah tim Sar yang berada di TKP baru memasang peralatan untuk pencarian besok.

"Ya karena saat ini kondisinya sudah gelap, pencarian terhadap kedua korban akan kita lanjutkan besok, dengan di bantu tim Sar yang lain," ujar Agil, salah satu petugas dari tim Sar.

Sementara itu untuk ketujuh teman korban yang berhasil selamat terlihat sangat shook mengetahui temannya hilang. Bahkan saat mau di mintai keterangan, sejumlah siswa tersebut malah menangis histeris, kemudian mereka di bawa pulang kerumah warga sekitar untuk menenangkan mereka.

Resmi Mundur ISL, Persema Tunggu Jawaban PSSI

Reporter: Yatimul Ainun
Malang – Semuanya terjawab sudah, bahwa Persema Malang, sudah remi meninggalkan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim ini. Terbukti, secara resmi, pihak manajemen klub berjuluk Laskar Ken Arok itu sudah dua hari lalu melayangkan surat pemunduran diri dari kompetisi ISL ke PSSI.

"Semuanya sudah jelas. Sudah terjawab semua. Bahwa Persema sudah mundur dari kompetisi ISL. Suranta pemunduran diri sudah dua hari lalu dikirim ke PSSI. Paling lambat hari ini sudah diterima pihak PSSI. Kalau tidak hari ini surat tersebut nyampek, berarti Selasa (28/12/2010) kemarin,” kata Ketua Umum Persema Peni Suparto, sat ditemui beritajatim.com, usai menghadiri HUT ke 2 Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang, Rabu (29/12/2010).

Lebih lanjut Inep, begitu ia akrab diapa mengatakan, dalam surat penngunduran diri dari ISL itu ada empat item alasan mengapa mundur dari kompetisi ISL. “Saya lengkapnya tidak hafal. Yang jelas, yang paling membuat Persema meninggalkan ISL, karena selama 3 kali pertandingan Persema merasa di pencundangi oleh PSSI,” katany.

Inep mencontohkan, saat Persema melawan Persibo Bojonegoro. Walaupun Persema unggul atas Persibo, namun kemenangan itu akibat kecurangi wasit yang tidak bersikap fair play.

"Saat itu, saya tidak bangga Persema menang. tetapi saya akan bangga kalau wasitnya bersikap fair play. Itu yang diinginkan kami kedepan dalam persebakbolaan Indoensia,"jelasnya serius.

Setelah melayangkan surat pemunduran diri dari ISL itu, Inep berharap, PSSI segera menjawab surat tersebut. Namun, walaupun PSSI tidak menjawabnya tegas Inep pihaknya tetap sudah bulat ke LPI. "Kami sudah komitmen dengan LPI. bahkan, PSM Makasar sudah menghubungi saya, siap di LPI. begitu juga Persibo Mojonegoro,"akunya.

Soal kompetisi ISL yang dianggapnya Inep tak bersikap Fair Play itu, pihaknya sudah banyak diskusi dengan pihak Badan Liga Indonesia, yakni Andi Darussalam Tabussala (ADT). Pihaknya kata Inep berjanji akan memberi sanksi kepada wasit. “Namun, walaupun wasitnya di beri sanksi, bagaimana nasib Persema. Tetap saja Persema yang dirugikan,” tegasnya.

Pokoknya tegas Inep, Persema sudah bulat ke LPI. menurutnya, LPI adalah pilihan terbaik karena pihaknya yakin, kompitisi yang digelar PT LPI akan fair play. “Saya siap melindungi semua pemain dan pihak manajemen Persema, juga pelatih,” tegasnya lantang.

Politisasi sebabkan Timnas Garuda kalah

Wakil Ketua DPR Anis Matta mengatakan politisasi atas prestasi Timnas Garuda menjadi salah satu penyebab kekalahan saat bertanding di Malaysia.

Politisasi itu, ujarnya, terlihat dari janji memberikan hadiah kepada Timnas Indonesia sebelum mereka mencapai prestasi puncak menjadi juara. "Apresiasi lebih bagus negara yang beri. Mumpung kita punya tim. Ini lebih memberi efek. Menang atau kalah mereka mesti diapresiasi," kata Anis di Gedung DPR hari ini.

Menurut Anis, janji Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical memberikan bonus Rp3 miliar dan tanah seluas 25 hektare menjadi sumber beban. Dia mengingatkan olah raga seharusnya steril dari kepentingan politik.

"Politikus tidak boleh menggelayuti Timnas dan hanya boleh jadi penonton untuk memberikan dukungan," katanya.

Politisi tersebut juga melihat eksploitasi media massa yang berlebihan memberikan efek yang luar biasa. Ia pun mengaku tidak setuju bila para politikus menyaksikan langsung laga Tim Garuda karena mengakibatkan beban mental bagi para pemain. "Biasanya kalau tertekan enggak bisa mengembangkan inovasi," katanya.

Anis pun berharap agar Timnas bermain tanpa beban pada pertandingan kedua 29 Desember. Yang penting, Timnas maksimal dan memberikan yang terbaik. "Kedua, mereka perlu istirahat yang cukup, supaya ada stamina dan secara mental agak rileks."

Senada dengan Anis, Ketua MPR Taufiq Kiemas juga mengakui pemain Indonesia tidak bisa konsentrasi karena terlalu disibukkan dengan berbagai kegiatan menjelang pertandingan melawan Malaysia. Menurut dia, untuk menghadapi tim Malaysia pada Rabu mendatang Timnas harus lebih banyak istirahat dan berkonsentrasi untuk menghadapi pertandingan.

Sementara itu, Ketua DPP Hanura Akbar Faisal mengatakan PSSI seharusnya membuat Standar Operasional Prosedur bagaimana perlakuan terhadap Timnas Indonesia, khususnya yang akan bertanding.

Pernyataan ini terkait dengan adanya berbagai acara dan janji yang dianggap terlalu berlebihan sehingga dapat menganggu konsentrasi dan waktu berlatih pemain Timnas.

"Itu yang perlu diatur dalam SOP, jangan waktu pemain untuk berlatih jadi sedikit," ujar di Gedung DPR hari ini.

Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk menjaga tempo permainan dan konsentrasi pemain hingga akhir pertandingan. "Undang-undang makan, tunggu sampai selesai. Jangan pesta sudah dimulai malah kemudian jadi begini."